Optimasi di Mesin Pencari (SEO)

Keunggulan, strategi, dan langkah-langkah melakukan search engine optimization (SEO)

Month: September 2015

Jurus-Jurus Memaksimalkan Sosial Media Marketing

Di era digital seperti saat ini, sosial media menjadi salah satu media yang banyak digunakan oleh para pebisnis untuk mempromosikan dan memasarkan produk/jasa. Cara ini terbilang cukup efektif karena mudah dilakukan, tidak mengeluarkan uang sepeserpun, dan menjangkau semua semua orang di dunia maya. Sayangnya, ada banyak pebisnis yang gagal menjalankan cara ini karena mereka hanya berfokus pada mendapatkan penjualan sebanyak mungkin, tanpa peduli teman/pengikutnya di sosial media. Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda juga menggunakan akun sosial media Anda untuk mempromosikan dan memasarkan produk? Jika iya, apakah cara ini berhasil? Jika Anda menjawab belum sepenuhnya berhasil, ada baiknya untuk melakukan jurus-jurus memaksimalkan sosial media marketing di bawah ini:

sosialmedia

Berikan kesan pertama yang meyakinkan

Apakah foto profil di akun sosial media Anda menggunakan foto yang bukan foto asli Anda? Jika iya, ada baiknya untuk mengganti foto tersebut dengan foto asli Anda. Mengapa? Calon pembeli wajib tahu siapa yang menawarkan produk kepada mereka. Jika mereka mengetahui wajah Anda, ada kemungkinan mereka untuk mempercayai apa yang Anda tawarkan. Ingat untuk tidak memajang foto-foto yang berlebihan (alay). Pastikan foto profil Anda terlihat rapi dan menjanjikan.

Mengupdate status secara berkala

Ada banyak pebisnis yang menerapkan strategi pemasaran melalui sosial media mengupdate status berupa gambar, video, atau kalimat-kalimat bernada promosi secara terus menerus dan menandai teman/pengikut mereka di dalamnya. Hal ini jelas tidak dibenarkan karena calon pembeli akan merasa tidak senang sehingga menghapus pertemanan atau berhenti mengikuti Anda. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan? Cukup melakukan promosi satu atau dua kali dalam seminggu, sisanya update status terbaru yang tidak berkaitan dengan promosi atau iklan produk. Dengan begitu, calon pembeli bisa lebih dekat dengan Anda dan Anda bisa memperbanyak teman jika status Anda dibagikan atau disukai oleh banyak orang.

Di samping itu, tak ada salahnya jika Anda juga membagi dan menyukai akun sosial media yang cukup banyak teman/followernya. Cara ini bisa membuat si pemilik aku merasa tersanjung dan melakukan hal yang sama terhadap status Anda.

Social media buttons

Tanggapi semua komentar dengan baik dan bijaksana

Pembeli adalah raja. Mungkin Anda sering atau mendengar kalimat tersebut. Sayangnya, para pebisnis di luar sana tidak menganggap pembeli seperti itu. Memang, calon pembeli yang sering tanya-tanya, tapi tidak jadi membeli itu sedikit menyebalkan. Sadari, dalam dunia bisnis hal itu sering sekali terjadi dan sudah menjadi suatu yang lumrah. Untuk itu, ketika Anda melihat bahwa ada banyak komentar di status Anda baik itu yang bersifat promosi ataupun tidak, berikan tanggapan sebaik dan sebijak mungkin. Perlu Anda ketahui bahwa respon Anda tidak hanya bermakna pada orang yang berkomentar, tapi juga teman/follower Anda yang melihat respon tersebut. Bayangkan, jika Anda menulis kata-kata kasar dan kemudian semua teman/follower Anda membacanya, sudah pasti Anda akan dianggap pebisnis yang tidak profesional dan bersiaplah kehilangan calon pembeli Anda.

Mengakrabkan diri dengan calon pembeli

Ini artinya adalah Anda harus memahami siapa saja calon pembeli Anda supaya Anda mengetahui apa yang mereka inginkan. Caranya? Memberikan komentar pada status mereka dan mengupdate status berupa pertanyaan untuk melihat respon dan berinteraksi dengan mereka. Di samping itu, berikan juga tips bermanfaat untuk mengakrabkan diri dengan mereka. Misalnya, jika Anda berjualan sepatu futsal, Anda bisa mengupdate status mengenai tips membeli sepatu futsal yang baik. Jika mereka mengomentari kiriman Anda, tanggapi dengan baik, oke!

Peran Sosial Media dalam Digital Marketing

Demam sosial media belakangan tidak memandang usia. Pembuatan akun gratis serta mengaksesnya bisa memanfaatkan free Wi-Fi menjadi daya tarik sendiri. Ditambah lagi kemunculan smartphone dengan harga terjangkau membuat pengguna akun sosial media makin membludak. Melihat kondisi ini, hal yang wajar jika sosial media sangat berperan penting dalam menyukseskan digital marketing. Apa saja peran sosial media dalam digital marketing?

peran sosial media dalam pemasaran

Memelihara hubungan baik dengan pelanggan

Pelanggan bisa membuat bisnis tetap bertahan hingga bertahun-tahun. Itulah sebabnya harus terus memelihara hubungan baik dengan pelanggan agar mereka tidak berpindah ke kompetitor. Untuk mempermudah maintenance hubungan dengan pelanggan, sosial media bisa digunakan. Misalnya, memberikan informasi mengenai produk-produk terbaru lengkap berbagai penawaran khusus, menjawab pertanyaan seputar produk baru atau produk andalan, menanggapi dengan cepat komplain oleh pelanggan, dan lain sebagainya.

Semaksimal mungkin menanggapi berbagai respon dari pelanggan dengan cepat agar pelanggan tidak merasa diabaikan. Kalau memang ada banyak akun sosial media yang digunakan untuk maintenance hubungan dengan pelanggan mulai dari G+, Twitter, sampai dengan Facebook sebaiknya gunakan platform Sonar (gabung dengan akun twitter Sonar ini). Semua aktivitas di akun sosial media dapat dilihat dalam waktu yang bersamaan. Alasan memakai platform Sonar lainnya adalah dapat menyaring komentar negatif pelanggan yang dapat merusak citra bisnis.

Membangun brand awareness

Strategi untuk membuat produk laris manis di pasaran adalah dengan menjadikan merek sebagai top of mind masyarakat. Untuk mewujudkannya, brand awareness harus dibangun salah satunya dengan memanfaatkan sosial media. Untuk menyukseskannya, pelaku bisnis harus bisa menarik perhatian masyarakat untuk bergabung, menyukai, dan mengikuti akun sosial media yang telah dibuat. Meski tujuannya untuk membangun brand awareness, bukan berarti harus terus melakukan pengisian konten promosi. Ini bakal membuat pengguna akun lainnya merasa risih.

Lantas? Menciptakan obrolan positif dan tinggi di sosial media jadi strategi yang jauh lebih efektif untuk membangun brand awareness. Ini akan terlihat lebih natural dibanding harus terus memposting konten promosi untuk push brand produk. Untuk meningkatkan intensitas obrolan yang tinggi, bahas topik menarik yang berkaitan dengan bisnis. Topik menarik di sini bisa tentang gosip artis, trend fashion, olahraga popular, perawatan kecantikan modern, investasi, rencana keuangan, bencana alam, atau lain sebagainya. Kalau yang tercipta justru obrolan positif, manfaatkan media monitoring ini.

Menambah konsumen baru

Penggunaan sosial media tidak terbatas dalam satu wilayah. Bahkan, seluruh penduduk di seluruh dunia bisa memiliki dan mengakses akun sosial media. Asumsinya, bisnis UKM sekalipun bisa go internasional dengan memanfaatkan sosial media. Keuntungan standarnya dalam penggunaan sosial media adalah dapat menambah konsumen baru. Konsumen baru dapat dijadikan sebagai cadangan jika pelanggan beralih ke kompetitor atau sudah menghadapi kejenuhan dalam menggunakan produk. Dengan kata lain, konsumen baru dapat mempertahankan penjualan meski pelanggan lama sudah tidak aktif membeli.

Strategi menarik konsumen baru relatif sulit karena masih minimnya kepercayaan sekaligus banyaknya pilihan di dalam benaknya. Reputasi bisnis patut di-share di akun sosial media untuk meningkatkan kepercayaan konsumen baru, misalnya dengan menampilkan testimony pelanggan. Untuk mengukuhkan pilihannya, tawarkan diskon, jaminan, buy one get one, pemberian tester produk, atau lainnya bisa dilakukan.

Efektif atau tidak peranan sosial media dalam digital marketing sejatinya tergantung dari para pelakunya. Jika salah teknik dalam pemanfaatannya justru akan membuat kehilangan pelanggan, merusak citra bisnis, dan sulit mendapatkan konsumen baru dan berlaku sebaliknya. Melakukan digital marketing lewat sosial media terdengar mudah, tapi tidak demikian. Butuh keahlian dan pengalaman agar hasil sesuai harapan. Jika merasa kurang dikeduanya, jangan ragu bekerjasama dengan digital agency.