Optimasi di Mesin Pencari (SEO)

Keunggulan, strategi, dan langkah-langkah melakukan search engine optimization (SEO)

Category: Marketing

Tips Menerapkan Pemasaran Melalui Media Sosial



sosial mediaMedia sosial kini tak hanya digunakan untuk bercengkrama dengan teman-teman dari dunia maya, tetapi juga untuk berpromosi dan memasarkan produk. Item apapun dapat ditemukan di toko online yang menjamur di internet. Orang-orang tidak perlu lagi kehujanan dan kepanasan untuk membeli barang-barang yang diperlukan di toko offline berkat adanya toko online. Tinggal order, barang pun akan langsung diantarkan ke rumah. Menanggapi perubahan gaya hidup masyarakat ini, banyak pengusaha online atau yang sering disebut internet marketer mulai memanfaatkan media sosial untuk berjualan. Namun, karena media sosial merupakan situs gratisan, banyak orang yang kurang mempercayai internet marketer yang menjajakan produk di sana. Bagi pengusaha online, ikuti tips-tips di bawah ini dalam menerapkan pemasaran melalui media sosial berikut agar mendapatkan kepercayaan user:

Memanfaatkan situs iklan di media sosial

Tidak semua iklan yang dimuat di media sosial bersifat gratisan. di Facebook sendiri tersedia aplikasi promosi dengan menggunakan iklan berbayar yang disebut Facebook Ads. Selain itu, ada juga Google Adv yang akan membuat iklan Anda berada di mesin pencari terpopuler tersebut. Dengan begitu, masyarakat dapat menyakini bahwa Anda merupakan pengusaha bermodal sehingga tidak mungkin melakukan penipuan.

Mengunjungi forum komunitas online

Di dalam media sosial selalu terdapat komunitas yang berisi para member yang memiliki kegemaran yang sama. Contohnya di Facebook terdapat Fanspage (halaman penggemar) dan di BBM ada grup. Anda bisa membuatnya khusus untuk mempromosikan produk. Fanspage atau grup BBM yang baru tentu sangat sedikit pengikutnya. Untuk meramaikannya, Anda bisa mengunjungi komunitas lainnya untuk diajak bergabung. Tentu saja, mengajak mereka bergabung harus dengan cara halus dan transparan. Untuk mengetahui caranya, baca poin berikutnya. 🙂

Membuat konten yang menarik

Media sosial milik perusahaan, tentu harus berisi konten yang bermutu. Konten tersebut dapat berupa artikel, gambar, atau iklan. Untuk bisa mengajak member dari komunitas lainnya untuk bergabung, Anda harus memikatnya dengan isi artikel yang mengedukasi. Tak harus selalu membicarakan produk. Anda bisa mengembangkan topik namun tetap mengarahkan pada produk. Misalnya, produk yang dijual adalah obat pelangsing. Anda bisa membuat artikel berjudul “Cara Menyenangkan Hati Suami”, salah satu poinnya adalah menurunkan berat badan. Bila Anda menjual produk kosmetik, manfaatkan Youtube untuk meng-share tutorial make up yang baik dan benar.

Memanfaatkan media sosial lebih dari satu

Dengan semakin menjamurnya media sosial akhir-akhir ini, membuka peluang Anda untuk berpromosi dari berbagai macam arah. Sangat rugi bila Anda hanya memanfaatkan satu media sosial saja. Selain jumlah follower yang terbatas, tidak semua orang menyukai satu media sosial yang sama. Untuk bisa menjangkau calon pembeli dari berbagai kalangan, Anda harus memanfaatkan sebanyak mungkin media sosial.

Image toko online yang sering dipandang sarang penipu (scammer) memang mempengaruhi tingkat penjualan online akhir-akhir ini. Untuk itu, Anda harus menerapkan sistem pembayaran yang aman untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat, seperti COD atau REKBER. Ayo, manfaatkan media sosial Anda untuk mendulang rupiah, bahkan dollar! 🙂

Semoga bermanfaat.

Apakah Pemasaran Online Anda sudah Efektif?

tanya fTerkadang, judul di atas kerap menjadi pertanyaan para pebisnis online. Penjualan online yang bersifat semu menjadikan bisnis ini tidak bisa dipantau dengan jelas. Mereka tidak pernah tahu pasti, apakah iklan yang dibuat benar-benar dilihat atau diabaikan setelah membuka situs. Bagi penjual online yang menerapkan program PPC, tentu akan sangat merugi bila iklan yang dimuat hanya diclick tanpa dilirik. Begitupun dengan pemilik website. Web hosting harus tetap dibayar, sementara penjualan sepi. Untuk itu, mari mencari tahu apakah pemasaran online yang diterapkan selama ini telah berjalan efektif atau tidak dengan cara di bawah ini:

Mengetahui target pemasaran

Sebagai seorang pedagang, Anda harus mengetahui siapa target pemasaran produk. Dengan begitu, Anda bisa menanyakan apakah mereka mengenal produk. Tujuannya untuk mengetahui seberapa populer produk Anda di mata masyarakat. Selain menanyakan langsung, Anda pun bisa mengetikkan kata kunci ‘nama produk Anda’ di mesin pencarian. Bila berada pada posisi teratas, hal itu menandakan produk Anda banyak dicari pengguna internet. Sebaliknya, bila produk Anda tidak ditemukan di halaman manapun, mengartikan produk tidak cukup populer.

Mengenal media online yang digunakan

Internet aTidak hanya sebatas menggunakannya saja, Anda pun harus mengenal media online yang digunakan. Tujuannya agar Anda dapat mengendalikannya dengan baik. Sifat-sifat dari media online itu berbeda-beda, ada yang mudah dan sulit untuk dikendalikan. Dari banyak media sosial yang ada, Twitter yang cukup sulit dikelola. Hal itu dikarenakan Anda harus mengetik hashtag dengan benar bila tidak ingin ‘salah alamat’. Begitupun dengan media online lainnya, seperti website, email, dan blog. Dengan mengenali karakter media online tersebut, Anda bisa mengukur seberapa efektif iklan yang Anda muat dapat merayu pengguna internet.

Mengukur pengaruh brand awareness produk lain di pasaran

Selain mengetahui popularitas produk sendiri, Anda pun harus mengintip kesuksesan produk lain yang sejenis. Bila brand awareness produk pesaing Anda lebih dikenal masyarakat, cari tahu apa kelebihan mereka untuk memperbaiki diri. Bila perlu, Anda menerapkan strategi pemasaran yang lebih jitu dari pesaing. Dengan mengukur brand awarenes produk pesaing, Anda dapat mengetahui produk Anda berada pada level keberapa. Hal ini dapat dijadikan motivasi untuk meningkatkan kualitas produk dan menerapkan strategi pemasaran yang tepat.

Menganalisis keseimbangan promosi dan penjualan

Sebagian pengusaha cenderung melakukan promosi gila-gilaan di awal usaha untuk menarik perhatian calon pembeli. Berbeda dengan perusahaan offline yang laris manis saat ada promo, masyarakat cenderung belum mempercayai perusahaan online karena rawan penipuan. Akibatnya, promosi yang dilakukan tak berbuah manis karena penjualan yang masih sedikit. Bila hal ini terjadi pada usaha Anda, sebaiknya segera lakukan analisis penyebab gagalnya program promosi. Bila penjualan lebih besar dari pengeluaran untuk promosi, hal itu berarti pemasaran online yang dilakukan selama ini menuai hasil yang memuaskan.

Apakah telah menemukan jawaban untuk pertanyaan Anda dari ulasan singkat di atas? Jika belum, Anda bisa menuliskan alasannya di kolom komentar di bawah. Kami akan membantu menganalisisnya untuk Anda. Semoga informasi ini bermanfaat. Terimakasih atas kunjungannya. 🙂

Jurus-Jurus Memaksimalkan Sosial Media Marketing

Di era digital seperti saat ini, sosial media menjadi salah satu media yang banyak digunakan oleh para pebisnis untuk mempromosikan dan memasarkan produk/jasa. Cara ini terbilang cukup efektif karena mudah dilakukan, tidak mengeluarkan uang sepeserpun, dan menjangkau semua semua orang di dunia maya. Sayangnya, ada banyak pebisnis yang gagal menjalankan cara ini karena mereka hanya berfokus pada mendapatkan penjualan sebanyak mungkin, tanpa peduli teman/pengikutnya di sosial media. Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda juga menggunakan akun sosial media Anda untuk mempromosikan dan memasarkan produk? Jika iya, apakah cara ini berhasil? Jika Anda menjawab belum sepenuhnya berhasil, ada baiknya untuk melakukan jurus-jurus memaksimalkan sosial media marketing di bawah ini:

sosialmedia

Berikan kesan pertama yang meyakinkan

Apakah foto profil di akun sosial media Anda menggunakan foto yang bukan foto asli Anda? Jika iya, ada baiknya untuk mengganti foto tersebut dengan foto asli Anda. Mengapa? Calon pembeli wajib tahu siapa yang menawarkan produk kepada mereka. Jika mereka mengetahui wajah Anda, ada kemungkinan mereka untuk mempercayai apa yang Anda tawarkan. Ingat untuk tidak memajang foto-foto yang berlebihan (alay). Pastikan foto profil Anda terlihat rapi dan menjanjikan.

Mengupdate status secara berkala

Ada banyak pebisnis yang menerapkan strategi pemasaran melalui sosial media mengupdate status berupa gambar, video, atau kalimat-kalimat bernada promosi secara terus menerus dan menandai teman/pengikut mereka di dalamnya. Hal ini jelas tidak dibenarkan karena calon pembeli akan merasa tidak senang sehingga menghapus pertemanan atau berhenti mengikuti Anda. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan? Cukup melakukan promosi satu atau dua kali dalam seminggu, sisanya update status terbaru yang tidak berkaitan dengan promosi atau iklan produk. Dengan begitu, calon pembeli bisa lebih dekat dengan Anda dan Anda bisa memperbanyak teman jika status Anda dibagikan atau disukai oleh banyak orang.

Di samping itu, tak ada salahnya jika Anda juga membagi dan menyukai akun sosial media yang cukup banyak teman/followernya. Cara ini bisa membuat si pemilik aku merasa tersanjung dan melakukan hal yang sama terhadap status Anda.

Social media buttons

Tanggapi semua komentar dengan baik dan bijaksana

Pembeli adalah raja. Mungkin Anda sering atau mendengar kalimat tersebut. Sayangnya, para pebisnis di luar sana tidak menganggap pembeli seperti itu. Memang, calon pembeli yang sering tanya-tanya, tapi tidak jadi membeli itu sedikit menyebalkan. Sadari, dalam dunia bisnis hal itu sering sekali terjadi dan sudah menjadi suatu yang lumrah. Untuk itu, ketika Anda melihat bahwa ada banyak komentar di status Anda baik itu yang bersifat promosi ataupun tidak, berikan tanggapan sebaik dan sebijak mungkin. Perlu Anda ketahui bahwa respon Anda tidak hanya bermakna pada orang yang berkomentar, tapi juga teman/follower Anda yang melihat respon tersebut. Bayangkan, jika Anda menulis kata-kata kasar dan kemudian semua teman/follower Anda membacanya, sudah pasti Anda akan dianggap pebisnis yang tidak profesional dan bersiaplah kehilangan calon pembeli Anda.

Mengakrabkan diri dengan calon pembeli

Ini artinya adalah Anda harus memahami siapa saja calon pembeli Anda supaya Anda mengetahui apa yang mereka inginkan. Caranya? Memberikan komentar pada status mereka dan mengupdate status berupa pertanyaan untuk melihat respon dan berinteraksi dengan mereka. Di samping itu, berikan juga tips bermanfaat untuk mengakrabkan diri dengan mereka. Misalnya, jika Anda berjualan sepatu futsal, Anda bisa mengupdate status mengenai tips membeli sepatu futsal yang baik. Jika mereka mengomentari kiriman Anda, tanggapi dengan baik, oke!

Panduan saat Menerapkan Email Marketing

emailDewasa ini, sistem marketing online semakin berkembang. Jika dulu orang-orang hanya memanfaatkan website, blog, dan media sosial untuk berpromosi dan berinteraksi dengan calon pembeli, kini telah hadir cara baru, yaitu email marketing. Dengan menggunakan email marketing, pengusaha online dapat lebih berfokus berpromosi pada target pasar tertentu sehingga penjualan lebih terarah dan terukur. Namun, resiko dalam menjalankan cara ini adalah email terabaikan, malah dianggap SPAM. Untuk itu, artikel ini hadir untuk memberikan panduan cara menerapkan email marketing yang baik dan benar:

Mencari alamat email target pemasaran

Manfaatkan luasnya pencarian di internet untuk menemukan target pemasaran yang tepat untuk produk Anda. Ada 2 alternatif yang bisa dilakukan. Pertama, carilah website yang ramai oleh para commenter. Tentunya website tersebut berisi konten yang berkaitan dengan produk. Anda bisa ‘mencuri’ alamat email yang tertera di komentar untuk dimasukkan dalam list target pemasaran. Cara kedua, kunjungi forum diskusi umum di internet. Anda bisa mengajukan pertanyaan mengenai pendapat para member mengenai produk. Bila ada member yang menunjukkan ketertarikan pada produk dengan berkomentar positif, Anda bisa mengambil alamat emailnya.

Membuat iklan yang singkat dan jelas

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, tak banyak orang yang menyukai untuk membaca iklan yang panjang. Mereka akan cenderung malas membaca bila melihat deretan tulisan panjang yang memusingkan. Untuk itu, tulisan yang terdapat dalam iklan yang akan dibagikan di email harus dibuat seefektif mungkin. Isi iklan harus singkat, padat, dan jelas. Bila Anda ingin menjelaskan spesifikasi produk lebih detail, giringlah pembaca untuk mengunjungi website. Caranya? Tentu saja dengan menyertakan link di dalamnya. Selain tulisan, Anda bisa berinovasi dengan mengirimkan pamflet yang didesain semenarik mungkin. Tak lupa untuk menggunakan warna yang cerah, gambar produk yang jelas, dan tulisan yang besar. Namun, usahakan kapasitasnya tidak melebihi limit.

email a

Menggunakan alamat email website (bukan pribadi)

Kini telah terdapat situs khusus yang menyediakan alamat email untuk website, salah satu contohnya adalah Roundcube. Anda bisa menggunakan nama domain website sebagai alamat email. Dengan menggunakan aplikasi tersebut, email yang Anda kirim tampak lebih formal karena tidak mengatasnamakan pribadi. Biasanya, orang akan curiga bila email dikirim atas nama pribadi karena rawan penipuan.

Mengirim cukup 1 email untuk 1 orang

Kesalahan fatal yang biasa dilakukan internet marketer adalah mengirim email dengan ‘membabi buta’ sehingga membuat kesal si empunya email. Akibatnya, calon konsumen yang merasa terganggu akan memfilter alamat email website Anda menjadi SPAM! Kerugiannya adalah Anda hanya akan dianggap pengganggu dan citra produk menjadi rusak. Oleh karena itu, cukup kirim email sebanyak satu kali saja. Bila tidak ada tanggapan selama 1-2 minggu, Anda bisa mengirimnya kembali. Namun, hanya sebatas 3 kali pengiriman, tidak boleh lebih!

Tak lupa untuk memastikan alamat email benar-benar valid atau tidak. Terkadang, seseorang pernah keliru dalam menuliskan alamat emailnya sendiri di suatu forum atau saat menuliskan komentar di website. Semoga artikel ini dapat membantu para pebisnis online dalam mengembangkan usahanya. Selamat mencoba! 🙂