emailDewasa ini, sistem marketing online semakin berkembang. Jika dulu orang-orang hanya memanfaatkan website, blog, dan media sosial untuk berpromosi dan berinteraksi dengan calon pembeli, kini telah hadir cara baru, yaitu email marketing. Dengan menggunakan email marketing, pengusaha online dapat lebih berfokus berpromosi pada target pasar tertentu sehingga penjualan lebih terarah dan terukur. Namun, resiko dalam menjalankan cara ini adalah email terabaikan, malah dianggap SPAM. Untuk itu, artikel ini hadir untuk memberikan panduan cara menerapkan email marketing yang baik dan benar:

Mencari alamat email target pemasaran

Manfaatkan luasnya pencarian di internet untuk menemukan target pemasaran yang tepat untuk produk Anda. Ada 2 alternatif yang bisa dilakukan. Pertama, carilah website yang ramai oleh para commenter. Tentunya website tersebut berisi konten yang berkaitan dengan produk. Anda bisa ‘mencuri’ alamat email yang tertera di komentar untuk dimasukkan dalam list target pemasaran. Cara kedua, kunjungi forum diskusi umum di internet. Anda bisa mengajukan pertanyaan mengenai pendapat para member mengenai produk. Bila ada member yang menunjukkan ketertarikan pada produk dengan berkomentar positif, Anda bisa mengambil alamat emailnya.

Membuat iklan yang singkat dan jelas

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, tak banyak orang yang menyukai untuk membaca iklan yang panjang. Mereka akan cenderung malas membaca bila melihat deretan tulisan panjang yang memusingkan. Untuk itu, tulisan yang terdapat dalam iklan yang akan dibagikan di email harus dibuat seefektif mungkin. Isi iklan harus singkat, padat, dan jelas. Bila Anda ingin menjelaskan spesifikasi produk lebih detail, giringlah pembaca untuk mengunjungi website. Caranya? Tentu saja dengan menyertakan link di dalamnya. Selain tulisan, Anda bisa berinovasi dengan mengirimkan pamflet yang didesain semenarik mungkin. Tak lupa untuk menggunakan warna yang cerah, gambar produk yang jelas, dan tulisan yang besar. Namun, usahakan kapasitasnya tidak melebihi limit.

email a

Menggunakan alamat email website (bukan pribadi)

Kini telah terdapat situs khusus yang menyediakan alamat email untuk website, salah satu contohnya adalah Roundcube. Anda bisa menggunakan nama domain website sebagai alamat email. Dengan menggunakan aplikasi tersebut, email yang Anda kirim tampak lebih formal karena tidak mengatasnamakan pribadi. Biasanya, orang akan curiga bila email dikirim atas nama pribadi karena rawan penipuan.

Mengirim cukup 1 email untuk 1 orang

Kesalahan fatal yang biasa dilakukan internet marketer adalah mengirim email dengan ‘membabi buta’ sehingga membuat kesal si empunya email. Akibatnya, calon konsumen yang merasa terganggu akan memfilter alamat email website Anda menjadi SPAM! Kerugiannya adalah Anda hanya akan dianggap pengganggu dan citra produk menjadi rusak. Oleh karena itu, cukup kirim email sebanyak satu kali saja. Bila tidak ada tanggapan selama 1-2 minggu, Anda bisa mengirimnya kembali. Namun, hanya sebatas 3 kali pengiriman, tidak boleh lebih!

Tak lupa untuk memastikan alamat email benar-benar valid atau tidak. Terkadang, seseorang pernah keliru dalam menuliskan alamat emailnya sendiri di suatu forum atau saat menuliskan komentar di website. Semoga artikel ini dapat membantu para pebisnis online dalam mengembangkan usahanya. Selamat mencoba! 🙂